Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Khuzaimah
Nomor database lokal: 1383
Teks Hadits
صحيح ابن خزيمة 1383: حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا حَبِيبٌ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّهُ صَلَّى فِي كُسُوفٍ، فَقَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَكَعَ، ثُمَّ سَجَدَ وَالْأُخْرَى مَثَلُهَا» .، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «قَدْ خَرَّجْتُ طُرُقَ هَذِهِ الْأَخْبَارِ فِي كِتَابِ الْكَبِيرُ، فَجَائِزٌ لِلْمَرْءِ أَنْ يُصَلِّيَ فِي الْكُسُوفِ كَيْفَ أَحَبَّ، وَشَاءَ مِمَّا فَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَدَدِ الرُّكُوعِ، إِنْ أَحَبَّ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رُكُوعَيْنِ، وَإِنْ أَحَبَّ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ، وَإِنْ أَحَبَّ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ؛ لِأَنَّ جَمِيعَ هَذِهِ الْأَخْبَارِ صِحَاحٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهَذِهِ الْأَخْبَارُ دَالَّةٌ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي كُسُوفِ الشَّمْسِ مَرَّاتٍ لَا مَرَّةً وَاحِدَةً»
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Khuzaimah 1383: Abu Musa menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepada kami dari Sufyan, Habib menceritakan kepada kami dari Thawis, dari Ibnu Abbas, dari Nabi bahwa beliau shalat ketika terjadi gerhana. Beliau kemudian berdiri membaca surah lalu ruku, lantas berdiri membaca surah kemudian ruku, lalu berdiri membaca surah kemudian ruku, lalu berdiri membaca surah kemudian ruku, lalu sujud dan rakaat yang selanjutnya sama sepertinya. Abu Bakar berkata, "Aku telah meriwayatkan jalur periwayatan hadits ini di dalam kitab Al Kabir. Oleh Karena itu, seseorang boleh mengerjakan shalat gerhana dengan beberapa kali ruku yang dikehendakinya seperti yang dilakukan oleh Nabi ﷺ, yaitu boleh melakukan ruku sebanyak dua kali setiap rakaat, atau tiga kali ruku setiap rakaat atau empat kali ruku setiap rakaat. Karena semua hadits ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan dari Nabi dan juga yang menjadi dalil bahwa Nabi telah mengerjakan shalat gerhana matahari beberapa kali dan bukan hanya sekali."