← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Ibnu Khuzaimah

Nomor database lokal: 1634

Teks Hadits

صحيح ابن خزيمة 1634: أنا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، أَخْبَرَنَا عِيسَى، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الْأَسْوَدِ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَعَلْقَمَةُ عَلَى ابْنِ مَسْعُودٍ، فَقَالَ: أَصَلَّى هَؤُلَاءِ خَلْفَكُمْ؟ قُلْنَا: لَا قَالَ: فَقُومُوا فَصَلُّوا، فَذَهَبْنَا لِنَقُومَ خَلْفَهُ، فَأَخَذَ بِأَيْدِينَا وَأَقَامَ أَحَدَنَا عَنْ يَمِينِهِ، وَالْآخَرَ عَنْ شِمَالِهِ، فَصَلَّى بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ، فَجَعَلَ إِذَا رَكَعَ يُشَبِّكُ أَصَابِعَهُ، وَجَعَلَهَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ، فَلَمَّا صَلَّى قَالَ: كَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ يُمِيتُونَ الصَّلَاةَ، يَخْنِقُونَها إِلَى شَرَقِ الْمَوْتَى، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيُصَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا، وَلْيَجْعَلْ صَلَاتَهُ مَعَهُمْ سُبْحَةً»

Terjemahan Indonesia

Shahih Ibnu Khuzaimah 1634: Ali bin Khasyram memberitakan kepada kami, Isa memberitakan kepada kami, dari Al 'Amasy, dari Ibrahim, dari Al Aswad yang telah berkata, "Pada suatu hari, aku dan Alqamah datang menemui Ibnu Mas'ud. Kemudian Ibnu Mas'ud bertanya kepada kami, 'Apakah masyarakat kalian shalat di belakang kalian berdua?' kami menjawab, 'Tidak, mereka tidak shalat di belakang kami.' lalu Ibnu Mas'ud berkata, 'Sekarang bersiap-siap dan shalatlah kalian berdua!' Akhirnya kami bersiap-siap untuk shalat di belakang Ibnu Mas'ud, kemudian ia (Ibnu Mas'ud) memegang kedua tangan kami dan menempatkan salah seorang diantara kami di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Ibnu Mas'ud langsung melaksanakan shalat tanpa menunggu adzan ataupun iqamat. Apabila ruku, maka ia menyatukan jari-jari tangannya dan menempatkannya di antara dua kakinya. Usai melaksanakan shalat, Ibnu Mas'ud berkata, 'Begitulah kira-kira aku melihat Rasulullah ﷺ shalat. 'Selanjutnya ia berkata, 'Suatu saat kelak akan ada para pemimpin yang berupaya mematikan cahaya shalat. Mereka akan mencekiknya hingga ke lubang orang-orang mati. Oleh karena itu, barangsiapa ada di antara yang masih mempunyai kesempatan, maka shalatlah tepat pada waktunya dan jadikanlah shalat sebagai tasbihnya!'