← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Ibnu Khuzaimah

Nomor database lokal: 1687

Teks Hadits

صحيح ابن خزيمة 1687: نا عِيسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْغَافِقِيُّ، ثنا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُوَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ عَمَّتِهِ، امْرَأَةِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ أَنَّهَا جَاءَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِنِّي أُحِبُّ الصَّلَاةَ مَعَكَ، فَقَالَ: «قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلَاةَ مَعِي، وَصَلَاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ، وَصَلَاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي دَارِكِ، وَصَلَاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ، وَصَلَاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِي» ، فَأَمَرَتْ، فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ، فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Terjemahan Indonesia

Shahih Ibnu Khuzaimah 1687: Isa bin Ibrahim Al Ghafiqi memberitakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, dari Daud bin Qais, dari Abdullah bin Suwaid Al Anshari, dari bibinya, yaitu istri Abu Hamid As-Saidi, yang menyatakan bahwasanya suatu ketika ia pernah menemui Rasulullah ﷺ dan berkata, "wahai Rasulullah, sebenarnya aku sangat ingin ikut shalat berjama'ah bersama anda." Mendengar perkataannya itu, Rasulullah pun berkata, "wahai ibu, aku telah mengetahui bahwasanya anda ingin ikut shalat berjama'ah bersamaku. Akan tetapi ketauhilah bahwasanya shalat anda di kamar itu lebih baik daripada shalat di dalam rumah. Kemudian, shalat anda di dalam rumah itu lebih baik daripada shalat anda di tempat kediaman anda. Selanjutnya shalat di tempat kediaman anda itu lebih baik daripada shalat di masjid kaum anda. Sementara shalat di masjid kaum anda itu lebih baik daripada shalat di masjidku." Akhirnya istri Abu Hamid As-Saidi itu meminta dibuatkan sebuah masjid (tempat shalat) di sudut rumahnya. Selanjutnya, ia pun senantiasa melaksanakan shalat di tempat shalat tersebut sampai meninggal dunia.