Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Khuzaimah
Nomor database lokal: 1712
Teks Hadits
صحيح ابن خزيمة 1712: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، نا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، ثنا عُمَارَةُ بْنُ عُمَيْرٍ، ح، وَثنا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، نا عِيسَى، ح، وَثنا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا ابْنُ فُضَيْلٍ، ح، وَثنا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ جَمِيعًا، عَنِ الْأَعْمَشِ، ح وَثنا بُنْدَارٌ، ثنا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ قَالَ: أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، ح وَثنا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ قَالَ: وَأَخْبَرَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ: سَمِعْتُ عُمَارَةَ، عَنِ الْأَسْوَدِ قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «لَا يَجْعَلَنَّ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ مِنْ نَفْسِهِ جُزْءًا , لَا يَرَى إِلَّا أَنَّ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ لَا يَنْصَرِفَ إِلَّا عَنْ يَمِينِهِ , أَكْثَرُ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْصَرِفُ عَنْ شِمَالِهِ»
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Khuzaimah 1712: Muhammad bin Al A'la bin Kuraih memberitakan kepada kami. Abu Dsamah memberitakan kepada kami, dari Al A'masy, Imarah bin Umair menceritakan kepada kami, Ha, Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, Isa memberitakan kepada kami, Ha, Harun bin Ishak memberitakan kepada kami, Ibnu Fudhail memberitakan kepada kami, Ha, Salm bin Junadah memberitakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami, semuanya dari Al A’masy, Ha, Bundar menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Addi memberitakan kepada kami dan berkata, "Syu'bah telah memberitakan hadits ini kepadaku, dari Sulaiman, dari Imarah bin Umair, Ha, Basyar bin Khalid Al Askari yaitu Ibnu Ja'far menceritakan kepada kami dan berkata," Muhammad memberitakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Sulaiman yang telah berkata: Aku mendengar Imarah dari Aswad berkata, ' Abdullah telah berkata, 'Janganlah ada salah seorang di antara kalian yang menjadikan bagian dari dirinya yang tidak dapat terlihat untuk setan. Oleh karena itu, sebaiknya —usai melaksanakan shalat— ia berpaling ke sebelah kanan. Sedangkan aku sendiri sering melihat Rasulullah berpaling ke sebelah kiri',"