Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Hibban
Nomor database lokal: 1381
Teks Hadits
صحيح ابن حبان 1381: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، عَنْ عَمْرُو بْنُ مَيْمُونٍ الْجَزَرِيُّ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كُنْتُ أَغْسِلُ الْجَنَابَةَ مِنْ ثَوْبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَخْرُجُ إِلَى الصَّلاَةِ، وَإِنَّ بُقْعَ الْمَاءِ لَفِي ثَوْبَهِ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَغْسِلُ الْمَنِيَّ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَطْبًا، لأَنَّ فِيهِ اسْتِطَابَةً لِلنَّفَسِ، وَتَفْرِكُهُ إِذَا كَانَ يَابِسًا، فَيُصَلِّي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِ، فَهَكَذَا نَقُولُ وَنَخْتَارُ: إِنَّ الرَّطْبَ مِنْهُ يُغْسَلُ لِطِيبِ النَّفْسِ، لاَ أَنَّهُ نَجِسٌ، وَإِنَّ الْيَابِسَ مِنْهُ يُكْتَفَى مِنْهُ بِالْفَرْكِ اتِّبَاعًا لِلسُّنَّةِ.
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Hibban 1381: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hibban bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari268 Amr bin Maimun Al Jazari dari Sulaiman bin Yasar dari Aisyah, ia berkata, Aku pernah mencuci junub (air mani) pada pakaian Rasulullah ﷺ Kemudian beliau keluar untuk shalat, sementara tetesan air masih melekat pada pakaiannya.” 269 [50:4] Abu Hatim berkata, “Aisyah رضي الله عنه mencuci air mani dari pakaian Rasululah ﷺ jika air mani itu masih basah, karena mencuci air mani yang masih basah dapat menenteramkan hati. Ia pun hanya menggosok air mani bila bentuknya sudah kering. Setelah itu Rasulullah ﷺ shalat dengan mengenakan pakaian tadi. Oleh karena itu, ucapan dan pendapat yang kami pilih adalah, Sesungguhnya air mani yang masih basah dicuci agar hati menjadi tenteram, bukan karena ia najis. Sedangkan air mani yang kering cukup hanya dengan digosok sedikit, sebagai tindakan mengikuti Sunnah Nabi.” 270