Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Hibban
Nomor database lokal: 1481
Teks Hadits
صحيح ابن حبان 1481: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَابِطٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ الأَوْدِيِّ، قَالَ: قَدِمَ عَلَيْنَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ الْيَمَنَ- بَعَثَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْنَا- فَسَمِعْتُ تَكْبِيرَهُ مَعَ الْفَجْرِ- رَجُلٌ أَجَشُّ الصَّوْتِ- فَأَلْقَيْتُ عَلَيْهِ مَحَبَّتِي، فَمَا فَارَقْتُهُ حَتَّى دَفَنْتُهُ بِالشَّامِ.ثُمَّ نَظَرْتُ إِلَى أَفْقَهِ النَّاسِ بَعْدَهُ، فَأَتَيْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ، فَلَزِمْتُهُ حَتَّى مَاتَ، فَقَالَ لِي: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَيْفَ بِكُمْ إِذْا أُمِّرَ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُصَلُّونَ الصَّلاَةَ لِغَيْرِ مِيقَاتِهَا؟ قُلْتُ: فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: صَلِّ الصَّلاَةَ لِمِيقَاتِهَا، وَاجْعَلْ صَلاَتَكَ مَعَهُمْ سُبْحَةً.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَاجْعَلْ صَلاَتَكَ مَعَهُمْ سُبْحَةً أَعْظَمُ الدَّلِيلِ عَلَى إِجَازَةِ صَلاَةِ التَّطَوُّعِ لِلْمَأْمُومِ خَلْفَ الَّذِي يُؤَدِّي الْفَرْضَ، ضِدَّ قَوْلِ مَنْ أَمَرَ بِضِدِّهِ، وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى إِجَازَةِ صَلاَةِ التَّطَوُّعِ جَمَاعَةً.
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Hibban 1481: Abdullah bin Muhammad bin Salm telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Auza’i telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hassan bin Athiyah telah menceritakan kepadaku dari Abdurrahman bin Sabith dari Amr bin Maimun Al Audi, ia berkata, Mu’adz bin Jabal datang kepada kami di Yaman —ia diutus oleh Rasulullah ﷺ kepada kami—. Aku mendengar suara takbirnya mengiringi shalat Fajar —ia adalah laki-laki yang suaranya paling mempesona—. Aku pun dianugerahi rasa suka kepadanya. Aku tidak pernah berpisah darinya hingga aku menguburkan (jenazah) nya di Syam. Kemudian sesudah ia wafat aku melihat kepada manusia yang paling pandai fiqihnya. Maka aku mendatangi Ibnu Mas’ud. Aku menemaninya (berguru kepadanya) hingga ia wafat. Ia berkata kepadaku, “Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku,'Bagaimana menurut kalian jika kalian diperintah oleh para pemimpin yang melaksanakan shalat bukan pada awal waktunya?’. Aku berkata, “Apa yang hendak engkau perintahkan kepadaku jika aku mendapatkan hal itu, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “ Laksanakan shalat pada awal waktunya. Dan jadikanlah shalatmu bersama mereka sebagai ibadah sunah.”430 [78:1] Abu Hatim berkata, “Sabda Rasulullah ﷺ وَاجْعَلْ صَلاَتَكَ مَعَهُمْ سُبْحَةً merupakan dalil yang paling kuat bagi bolehnya seorang ma’mum melaksanakan shalat sunah di belakang imam yang sedang menunaikan shalat fardhu. Kebalikan dari pendapat orang yang memerintahkan kebalikannya. Hadits ini menjadi dalil atas bolehnya shalat sunah dilangsungkan secara berjama’ah.”