← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Ibnu Hibban

Nomor database lokal: 1520

Teks Hadits

صحيح ابن حبان 1520: أَخْبَرَنَا ابْنُ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرِو بْنُ الْحَارِثِ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي صَلاَةَ الْعَصْرِ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ، فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِي فَيَأْتِي الْعَوَالِي وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ‏.‏

Terjemahan Indonesia

Shahih Ibnu Hibban 1520: Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hannalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Amr bin Al Harits telah menceritakan kepadaku sebuah hadits dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik, “Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ shalat Ashar ketika matahari masih tinggi dan menyilaukan. Maka, pergilah seseorang yang pergi (di antara kami) ke tempat-tempat tinggi, kemudian ia sampai ketempat yang tinggi dan matahari masih tinggi (belum sampai waktu Maghrib).” 484 [7:5]