← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Ibnu Hibban

Nomor database lokal: 1773

Teks Hadits

صحيح ابن حبان 1773: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَمِّهِ الْمَاجِشُونَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَفْتَحَ الصَّلاَةَ كَبَّرَ، ثُمَّ يَقُولُ‏:‏ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلاَتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَوْلُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَرَادَ بِهِ‏:‏ وَالشَّرُّ لَيْسَ مِمَّا يُتَقَرَّبُ بِهِ إِلَيْكَ، فَأَضْمَرَ فِيهِ مَا يُتَقَرَّبُ بِهِ‏.‏

Terjemahan Indonesia

Shahih Ibnu Hibban 1773: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu An-Nadhr Hasyim82 bin Al Qasim mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Aziz bin Abdullah bin Abi Salamah mengabarkan kepada kami dari pamannya, Al Majisyun bin Abu Salamah, dari Al A’raj, dari Ubaidillah bin Abi Rafi, dari Ali bin Ain Thalib رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ apabila memulai shalat, bertakbir lalu membaca, “Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawati wal ardha hanifan musliman wama ana minal musyrikin. Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin. La syarika lahu wabidzalika umirtu wa ana awwalul muslimin. Allahumma antal maliku la ilaha illa anta subhanaka wabihamdika, anta rabbi wa ana abduka, zhalamtu nafsi wa’taraftu bidzanbi, faghfirli dzunubi jami’an la yaghfirudz-dzunuba illa anta, labbaik wasa’daik walkhairu fi yadaik, wasysyarru laisa ilaik, ana bika wa Ilaik, tabarakta wata’alait, astaghfiruka wa atubu Ilaik.” (Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan memegang agama yang lurus, dan aku tidak termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, serta hidup dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan itulah aku diperintah, dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri. Ya Allah, Engkau adalah raja. Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku memuji-Mu. Engkau adalah Tuhanku dan aku hamba-Mu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah seluruh dosaku, tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu dengan penuh kegembiraan. Seluruh kebaikan ada di Tangan-Mu dan keburukan tidak (dinisbatkan) kepada-Mu. Aku hidup dengan pertolongan dan Rahmat-Mu, dan kepada-Mu (aku kembali). Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu). 83 [5:12] Abu Hatim رضي الله عنه berkata, “Sabda Nabi ﷺ 'keburukan tidak (dinisbatkan) kepada-Mu’ maksudnya adalah ‘keburukan bukan sesuatu yang dijadikan sarana untuk mendekatkan diri kepada-Mu’, Jadi, redaksi ‘sesuatu yang dijadikan sarana untuk mendekatkan diri' disembunyikan.” 84