Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Hibban
Nomor database lokal: 1840
Teks Hadits
صحيح ابن حبان 1840: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ بَشَّارٍ الرَّمَادِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، وَأَبِي الزُّبَيْرِ، سَمِعَا جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَزِيدُ أَحَدُهُمَا عَلَى صَاحِبِهِ، قَالَ: كَانَ مُعَاذٌ يُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى قَوْمِهِ فَيُصَلِّي بِهِمْ، فَأَخَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلاَةَ ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَرَجَعَ مُعَاذٌ فَأَمَّهُمْ فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ، فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ، انْحَرَفَ إِلَى نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ، فَصَلَّى وَحْدَهُ، فَقَالُوا: نَافَقْتَ، قَالَ: لاَ، وَلَآتِيَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَأُخْبِرَنَّهُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنَّ مُعَاذًا يُصَلِّي مَعَكَ ثُمَّ يَرْجِعُ فَيَؤُمُّنَا، وَإِنَّكَ أَخَّرْتَ الصَّلاَةَ الْبَارِحَةَ، فَجَاءَ فَأَمَّنَا، فَقَرَأَ بِسُورَةِ الْبَقَرَةِ، وَإِنِّي تَأَخَّرْتُ عَنْهُ، فَصَلَّيْتُ وَحْدِي يَا رَسُولَ اللهِ، وَإِنَّا نَحْنُ أَصْحَابُ نَوَاضِحَ، وَإِنَّا نَعْمَلُ بِأَيْدِينَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا مُعَاذُ، أَفَتَّانٌ أَنْتَ؟ اقْرَأْ بِهِمْ سُورَةَ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى، وسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى، وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ.
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Hibban 1840: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibrahim bin Basysyar Ar-Ramadi menceritakan kepada kami, dia beikata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Amru bin Dinar dan Abu Az-Zubair, keduanya mendengar dari Jabir bin Abdullah, salah satunya saling melengkapi, dia berkata: Mu’adz shalat bersama Rasulullah ﷺ. Kemudian dia kembali kepada kaumnya, lalu shalat mengimami mereka. Pada suatu malam Rasulullah ﷺ menunda shalatnya, maka Mu’adz pulang lalu mengimami mereka dengan membaca surah Al Baqarah. Ketika salah seorang laki-laki melihatnya, dia menyingkir ke pojok masjid lalu shalat sendirian, maka orang-orang berkata, “Apakah kamu telah menjadi seorang yang munafik?” Dia menjawab, ‘Tidak, tapi aku akan menemui Rasulullah ﷺ untuk memberitahukannya.” Dia pun menemui Nabi ﷺ, lalu berkata, “Mu’adz shalat bersama engkau, lalu dia pulang dan mengimami kami. Kemarin, saat engkau menunda shalat, dia datang mengimami kami dengan membaca surah Al Baqarah. Aku terlambat mengikutinya dan aku shalat sendirian. Wahai Rasulullah, kami adalah orang-orang yang memiliki onta pembajak sawah dan kami bekerja dengan tangan kami.” Rasulullah ﷺ lalu bersabda, “ Mu’adz, apakah kamu akan membuat suatu fitnah (bencana)? Bila kamu mengimami mereka, bacalah ‘wal-laili idzaa yaghsyaa (Al-Lail)’, ‘sabbihisma rabbikal a’laa (Al A’laa)’, dan 'wassama"i dzaatil (Al Buruuj)'.” 177 [5:34]