← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Ibnu Hibban

Nomor database lokal: 1883

Teks Hadits

صحيح ابن حبان 1883: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الطَّالَقَانِيُّ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنِ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، قَالَ‏:‏ كُنْتُ إِذَا صَلَّيْتُ، طَبَّقَتْ، وَوَضَعْتُ يَدَيَّ بَيْنَ رُكْبَتَيَّ، فَرَآنِي أَبِي سَعْدٌ، فَقَالَ‏:‏ كُنَّا نَفْعَلُ هَذَا، فَنُهِينَا عَنْهُ، وَأُمِرْنَا بِالرُّكَبِ‏.‏

Terjemahan Indonesia

Shahih Ibnu Hibban 1883: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ismail Ath-Thalqani menceritakan kepada kami, Waki menceritakan kepada kami dari Ismail bin Abi Khalid, dari Az-Zubair bin Adi, dari Mush’ab bin Sa’d bin Abi Waqqash, dia berkata, “Bila aku shalat, aku menjalin jari-jemariku dan meletakkan kedua tangan di antara kedua lutut. Ayahku, Sa’d, melihatku, lalu dia berkata, “Sebelumnya kami melakukan ini, namun kami lalu dilarang melakukannya, kemudian kami disuruh meletakkannya di atas lutut.”243 [1:99]