← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Ibnu Hibban

Nomor database lokal: 2206

Teks Hadits

صحيح ابن حبان 2206: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الْمُخْتَارِ، يُحَدِّثُ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ‏:‏ أَنَّهُ كَانَ هُوَ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمُّهُ وَخَالَتُهُ فَصَلَّى بِهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ أَنَسًا عَنْ يَمِينِهِ وَأُمَّهُ وَخَالَتَهُ خَلْفَهُمَا‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ قَدْ جَعَلَ بَعْضُ أَئِمَّتِنَا رَحْمَةُ اللهِ عَلَيْهِمْ خَبَرَ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسٍ خَبَرًا مُخْتَصَرًا، وَخَبَرَ مُوسَى بْنِ أَنَسٍ هَذَا مُتَقَصًّى لَهُ، وَزَعَمَ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ كَانَ مَعَهَا مِثْلُهَا خَالَةُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، وَلَيْسَ عِنْدَنَا كَذَلِكَ؛ لأَنَّهُمَا صَلاَتَانِ فِي مَوْضِعَيْنِ مُتَبَايِنَيْنِ لاَ صَلاَةً وَاحِدَةً‏.‏

Terjemahan Indonesia

Shahih Ibnu Hibban 2206: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ja'far menceritakan kepada kami, dia berkata: Syubah menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Abdullah bin Al Mukhtar menceritakan dari Musa bin Anas bin Malik, dari Anas bin Malik, bahwa Dia bersama Rasulullah ﷺ, ibunya, dan bibinya. Lalu Rasulullah ﷺ shalat mengimami mereka dengan menempatkan Anas di sebelah kanannya, sementara ibu dan bibinya di belakang keduanya. 680 [1:33] Abu Hatim رضي الله عنه berkata, “Sebagian Imam kami menganggap khabar riwayat Ishaq bin Abi Thalhah dari Anas sebagai khabar ringkas, sementara khabar riwayat Musa bin Anas ini sebagai khabar yang merincinya. Mereka mengklaim bahwa Ummu Sulaim shalat bersama bibinya Anas bin Malik. Padahal, menurut kami tidak demikian, karena keduanya shalat di dua tempat yang berbeda dan bukan pada satu shalat saja.”