Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Hibban
Nomor database lokal: 2736
Teks Hadits
صحيح ابن حبان 2736: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: فُرِضَتِ الصَّلاَةُ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ، فَأُقِرَّتْ صَلاَةُ السَّفَرِ وَزِيدَ فِي الْحَضَرِ.
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Hibban 2736: Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami dari Malik, dari Shalih bin Kaisan, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Aisyah, dia berkata, "Mulanya rakaat shalat yang diwajibkan adalah dua rakaat-dua rakaat, baik dalam keadaan mukim maupun bepergian. Setelah itu, dua rakaat itu ditetapkan untuk shalat ketika berada dalam perjalanan. Sedangkan ketika mukim, jumlahnya ditambah."704 [21:1]