Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 472
Teks Hadits
سنن الدارقطني 472: أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , نا الْمُعَلَّى الْمَالِكِيُّ , عَنْ شَقِيقٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْخٌ كَبِيرٌ , فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ مَتَى السَّاعَةُ؟ , فَقَالَ: «وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟» , قَالَ: لَا وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ نَبِيًّا مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَبِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صِيَامٍ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ , قَالَ: «فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» , قَالَ: فَذَهَبَ الشَّيْخُ فَأَخَذَ يَبُولُ فِي الْمَسْجِدِ فَمَرَّ عَلَيْهِ النَّاسُ فَأَقَامُوهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعُوهُ عَسَى أَنْ يَكُونَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ» , فَصَبُّوا عَلَى بَوْلِهِ الْمَاءَ. كَذَا قَالَ يُوسُفُ: الْمُعَلَّى الْمَالِكِيُّ , الْمُعَلَّى مَجْهُولٌ
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 472: Abu Abdillah Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdullah mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Al Mu'alla Al Maliki mengabarkan kepada kami, dari Syaqiq, dari Abdullah, ia menuturkan, "Seorang baduy datang kepada Nabi ﷺ, ia seorang yang sudah tua renta, lalu berkata, 'Wahai Muhammad, kapan terjadinya kiamat?' Beliau balik bertanya, 'Apa yang telah engkau persiapkan untuknya? Ia menjawab, 'Tidak. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran. Aku tidak menyiapkan untuknya yang berupa besarnya shalat dan tidak pula besarnya puasa, kecuali bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya engkau akan bersama orang yang engkau cintai.' Kemudian orang tua itu pergi, lalu ia kencing di masjid kemudian dilihat oleh orang-orang, mereka pun hendak menghukumnya, lalu Rasulullah ﷺ bersabda, 'Biarkanlah dia. Barangkali ia termasuk penghuni surga. Siramkanlah air pada bekas kencingnya'." Demikian yang disebutkan oleh Yusuf Al Mu'alla Al Maliki. Al Mu'alla majhul (tidak diketahui kredibilitasnya).