Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 586
Teks Hadits
سنن الدارقطني 586: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ غَيْلَانَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , نا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ حَرْبٍ , نا أَبُو خَالِدٍ الدَّالَانِيُّ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الرِّيَاحِيِّ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَامَ وَهُوَ سَاجِدٌ حَتَّى غَطَّ أَوْ نَفَخَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قَدْ نِمْتَ , فَقَالَ: «إِنَّ الْوُضُوءَ لَا يَجِبُ إِلَّا عَلَى مَنْ نَامَ مُضْطَجِعًا , فَإِنَّهُ إِذَا اضْطَجَعَ اسْتَرْخَتْ مَفَاصِلُهُ». تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو خَالِدٍ عَنْ قَتَادَةَ وَلَا يَصِحُّ
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 586: Muhammad bin Abdullah bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa'i mengabarkan kepada kami, Abdus Salam bin Harb mengabarkan kepada kami, Abu Khalid Ad-Dalani mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Abu Al Aliyah ArRayahi, dari Ibnu Abbas: "Bahwa Nabi ﷺ tidur dalam keadaan sujud, hingga terdengar dengkuran atau nafasnya, kemudian beliau berdiri lalu melaksanakan shalat. Kemudian aku berkata, 'Wahai Rasulullah, engkau tadi tertidur.' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya wudhu itu tidak diwajibkan kecuali atas orang yang tidur berbaring, karena sesungguhnya, apabila ia tidur berbaring maka mengendurlah persendiannya'." Abu Khalid meriwayatkannya sendirian dari Qatadah, dan itu tidah shahih.