Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 592
Teks Hadits
سنن الدارقطني 592: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَارِثِ الْحَرَّانِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: كُنَّا نُصَلِّي خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَجَاءَ رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ فَتَرَدَّى فِي حُفْرَةٍ كَانَتْ فِي الْمَسْجِدِ , فَضَحِكَ نَاسٌ مِنْ خَلْفِهِ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «مَنْ ضَحِكَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ». الْحَسَنُ بْنُ دِينَارٍ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ وَرَوَى هَذَا الْحَدِيثُ أَيْضًا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرِو بْنِ جَبَلَةَ الْبَصْرِيُّ وَهُوَ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ , عَنْ سَلَّامِ بْنِ أَبِي مُطِيعٍ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ , وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 592: Ja'far bin Muhammad bin Nushair menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Sulaiman Al Hadhrami mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Harris Al Harrani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Salamah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, dari Al Hasan bin Dinar, dari Qatadah, dari Abu Malih, dari ayahnya, ia menuturkan, "Kami shalat di belakang Rasulullah ﷺ, lalu seorang laki-laki buta datang, kemudian terperosok ke dalam lubang yang ada di masjid, maka orang-orang pun tertawa karenanya, lalu Rasulullah ﷺ menyuruh orang yang tertawa agar mengulangi wudhu dan shalat." Al Hasan bin Dinar matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abdurrahman bin Amr bin Jabalah Al Bashri, ia juga matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan), dari Sallam bin Abu Muthi', dari Qatadah, dari Abu Al Aliyah dan Anas bin Malik.