← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Sunan Daraquthni

Nomor database lokal: 807

Teks Hadits

سنن الدارقطني 807: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ مُحَمَّدٍ الْبَاهِلِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ أَبِي خِدَاشٍ , نا عَمَّارُ بْنُ مَطَرٍ , نا أَبُو يُوسُفَ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ قَمِيرٍ امْرَأَةِ مَسْرُوقٍ , عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا ذَاكَ عِرْقٌ فَانْظُرِي أَيَّامَ إِقْرَائِكِ فَإِذَا جَاوَزَتْ فَاغْتَسِلِي وَاسْتَنْقِي , ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ» تَفَرَّدَ بِهِ عَمَّارُ بْنُ مَطَرٍ وَهُوَ ضَعِيفٌ , عَنْ أَبِي يُوسُفَ , وَالَّذِي عِنْدَ النَّاسِ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مَوْقُوفًا: «الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا , ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلَاةٍ»

Terjemahan Indonesia

Sunan Daruquthni 807: Muhammad bin Sulaiman bin Muhammad Al Bahili menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdush Shamad bin Abu Khidasy mengabarkan kepada kami, Ammar bin Mathar mengabarkan kepada kami, Abu Yusuf Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Abu Khalid, dari Asy-Sya'bi, dari Qamir istrinya Masruq, dari Aisyah: "Bahwa Fathimah binti Abu Hubaisy datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini wanita yang menderita istihadhah* Nabi ﷺ berkata kepadanya, ''Sesungguhnya itu adalah darah penyakit. Perhatikanlah masa-masa haidmu (yang biasanya), bila telah lewat maka mandilah dan sumbatlah, kemudian berwudhulah untuk setiap shalat." Ammar bin Mathar meriwayatkannya sendirian, ia lemah, (ia meriwayatkannya) dari Abu Yusuf. Sedangkan riwayat yang ada pada orang-orang dari Isma'il dengan isnad ini yang diriwayatkan secara mauquf adalah: "Wanita mustahadhah meninggalkan shalat selama masa haidnya, kemudian (setelah selesai) ia mandi dan berwudhu untuk setiap shalat."