Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 847
Teks Hadits
سنن الدارقطني 847: ثنا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا مُوسَى بْنُ زَكَرِيَّا , ثنا عَمْرُو بْنُ الْحُصَيْنِ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عُلَاثَةُ , عَنْ عَبْدَةَ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَنْتَظِرُ النُّفَسَاءُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً فَإِنْ رَأَتِ الطُّهْرَ قَبْلَ ذَلِكَ فَهِيَ طَاهِرٌ , وَإِنْ جَاوَزَتِ الْأَرْبَعِينَ فَهِيَ بِمَنْزِلَةِ الْمُسْتَحَاضَةِ تَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي , فَإِنْ غَلَبَهَا الدَّمُ تَوَضَّأَتْ لِكُلِّ صَلَاةٍ». عَمْرُو بْنُ الْحُصَيْنِ , وَابْنُ عُلَاثَةَ ضَعِيفَانِ مَتْرُوكَانِ
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 847: Abdul Baqi bin Qani' menceritakan kepada kami, Musa bin Zakariyya mengabarkan kepada kami, Amr bin Al Hushain menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Ulanah menceritakan kepada kami, dari Abdah bin Abu Lubabah, dari Abdullah bin Babah, dari Abdullah bin Amr, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Para wanita nifas menanti selama empat puluh hari. Bila melihat kesucian sebelum itu maka ia suci, dan bila melebihi empat puluh (hari) berarti ia mustahadhah, ia harus mandi dan melaksanakan shalat, bila darahnya terus keluar maka hendaknya berwudhu untuk setiap shalat' ." Amr bin Al Hushain dan Ibnu Ulanah lemah dan matruk (haditsnya ditinggalkan).