Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 870
Teks Hadits
سنن الدارقطني 870: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , نا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا ابْنُ فُضَيْلٍ , عَنْ أَبَانَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ هَذِهِ الْحِيطَانِ الَّتِي تُلْقَى فِيهَا هَذِهِ الْعَذِرَاتُ وَهَذَا الزَّبَلُ أَيُصَلَّى فِيهَا؟ , قَالَ: «إِذَا سُقِيَتْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَصَلِّ فِيهَا» , وَرَفَعَ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اخْتَلَفَا فِي الْإِسْنَادِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 870: Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Harun bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Ibnu Fudhail mengabarkan kepada kami, dari Aban, dari Natl', dari Ibnu Umar: "Bahwa ia ditanya tentang kebun-kebun ini yang bisa digunakan sebagai tempat pembuangan kotoran dan sampah-sampah itu, apakah boleh shalat di sana? Ia menjawab, 'Bila telah disiram tiga kali, maka shalatlah di sana.' Ia memarfukannya kepada Nabi ﷺ" Ada perbedaan di dalam isnadnya, wallahu a lam.