Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 1020
Teks Hadits
سنن الدارقطني 1020: نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ , ثنا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو , نا زَائِدَةُ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ مُجَاهِدٍ , قَالَ: كَانَ يُقَالُ: إِنَّ لِلصَّلَاةِ أَوَّلًا وَآخِرًا , ثُمَّ ذَكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ وَهُوَ أَصَحُّ مِنْ قَوْلِ ابْنِ فُضَيْلِ , وَقَدْ تَابَعَ زَائِدَةَ عَبْثَرُ بْنُ الْقَاسِمِ
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 1020: Abu Sahl bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin AnNadhr menceritakan kepada kami, Mu'awiyah bin Amr menceritakan kepada kami, Zaidah mengabarkan kepada kami, dari Al Almasy, dari Muhahid, ia mengatakan, "Telah dikatakan bahwa shalat itu ada awal dan akhirnya." Kemudian dikemukakan hadits ini. Ini lebih shahih daripada ucapan Ibnu Fudhail. Zaidah bin Abtsar bin Al Qasim menguatkannya.