Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Sunan Daraquthni
Nomor database lokal: 1539
Teks Hadits
سنن الدارقطني 1539: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , حَدَّثَنِي الْمُطَّلِبُ بْنُ زِيَادٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ السَّبِيعِيِّ , عَنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: «مَنْ كَانَ جَارَ الْمَسْجِدِ فَسَمِعَ الْمُنَادِيَ يُنَادِي فَلَمْ يُجِبْهُ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَلَا صَلَاةَ لَهُ»
Terjemahan Indonesia
Sunan Daruquthni 1539: Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Al Muththalib bin Ziyad menceritakan kepadaku, dari Abu Ishaq As-Sabi'i, dari Al Harits, dari Ali, ia mengatakan, "Barangsiapa menjadi tetangga masjid, lalu ia mendengar muadzdzin menyemkan (adzan) namun ia tidak memenuhinya tanpa udzur, maka tidak ada shalat baginya."