← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Sunan Daraquthni

Nomor database lokal: 1848

Teks Hadits

سنن الدارقطني 1848: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ سَلَمَةَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَفْصُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ عُتْبَةَ , عَنْ أَبِي غَطَفَانَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَشَارَ فِي صَلَاتِهِ إِشَارَةً تُفْهَمُ عَنْهُ فَلْيُعِدْ صَلَاتَهُ». قَالَ لَنَا ابْنُ أَبِي دَاوُدَ: أَبُوغَطَفَانَ هَذَا رَجُلٌ مَجْهُولٌ , وَآخِرُ الْحَدِيثِ زِيَادَةٌ فِي الْحَدِيثِ وَلَعَلَّهُ مِنْ قَوْلِ ابْنِ إِسْحَاقَ , وَالصَّحِيحُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يُشِيرُ فِي الصَّلَاةِ رَوَاهُ أَنَسٌ , وَجَابِرٌ , وَغَيْرُهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ الشَّيْخُ أَبُو الْحَسَنِ: وَقَدْ رَوَاهُ ابْنُ عُمَرَ , وَعَائِشَةُ أَيْضًا

Terjemahan Indonesia

Sunan Daruquthni 1848: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl bin Salamah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu'awiyah An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hafsh bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Ishak, dari Ya'qub bin Utbah, dari Abu Ghathafan. dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa memberi isyarat dalam shalatnya yang dapat dipahami, maka hendaklah ia mengulangi shalatnya." Ibnu Abu Daud mengatakan kepada kami: Abu Ghathafan ini adalah seorang yang tidak dikenal dan kalimat terakhir dalam hadits tersebut berupakan tambahan dan kemungkinan itu berasal dari perkataan Ibnu Ishak, dan yang Shahih dari Nabi ﷺ "Bahwa beliau pernah memberi isyarat dalam shalat." Diriwayatkan oleh Anas. Jabir dan lainnya, dari Nabi ﷺ Syaikh Abu Al Hasan berkata: Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan Aisyah.