← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Riyadhus Shalihin

Nomor database lokal: 198

Terjemahan Indonesia

Bab 198. Sunnahnya Berbaring Sesudah Mengerjakan Shalat sunnah Dua Rakaat Fajar -Sebelum Subuh- Pada Lambung Sebelah Kanan Dan Anjuran Untuk Melakukan Ini, Baikpun Pada Malam Harinya Shalat Tahajjud Atau Tidak 1107. Dari Aisyah رضي الله عنها, katanya: "Nabi ﷺ itu apabila sudah selesai shalat dua rakaat fajar -shalat sunnah sebelum Subuh- lalu beliau ﷺ berbaring pada lambungnya yang sebelah kanan -yakni miring ke kanan-." (Riwayat Bukhari) 1108. Dari Aisyah رضي الله عنها pula, katanya: "Rasulullah ﷺ itu shalat antara sesudah selesainya shalat Isya' sampai terbitnya fajar sebanyak sebelas rakaat, setiap habis dua rakaat beliau ﷺ bersalam dan berwitir dengan satu rakaat. Jikalau muazzin sudah diam dengan bunyi adzan shalat Subuh dan sudah tampak jelas terbitnya fajar dan telah didatangi oleh muazzin, lalu beliau ﷺ berdiri untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat yang ringan, kemudian berbaring pada belahan tubuhnya yang kanan sehingga beliau ﷺ didatangi oleh muazzin untuk memberitahukan waktunya iqamat." (Riwayat Muslim) Ucapan Aisyah رضي الله عنها: Yusallimu baina kulli rak'ataini, demikianlah yang tertera dalam kitab shahih Muslim. Adapun artinya ialah bersalam sesudah setiap dua rakaat -baina dengan arti sesudah-. 1109. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah ﷺ bersabda: "Jikalau seseorang diantara engkau semua sudah shalat dua rakaat sunnah fajar -sebelum Subuh-, maka hendaklah berbaring pada sebelah kanannya." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dengan isnad-isnad shahih. Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih.