← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Riyadhus Shalihin

Nomor database lokal: 207

Terjemahan Indonesia

Bab 207. Bolehnya Melakukan Shalat Dhuha Dari Mulai Matahari Meninggi Sampai Tergelincir -Atau Lingsirnya- Dan Yang Lebih Utama Dilakukan Adalah Ketika Suhu Udara Sedang Panas Dan Meningginya Waktu Dhuha 1140. Dari Zaid bin Arqam رضي الله عنه bahwasanya ia melihat sekelompok kaum -beberapa orang- sama melakukan shalat Dhuha lalu ia berkata: "Apakah orang-orang tidak mengetahui bahwa shalat Dhuha di waktu selain ini adalah lebih utama, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Shalatnya orang-orang yang bertaubat itu ialah jikalau anak-anak unta itu telah merasa panas matahari." (Riwayat Muslim) Tarmadhu dengan fathahnya ta' dan mim dan dengan dhad mu'jamah, yaitu sangat panas, sedang alfishal ialah jama'nya fashil yaitu anak unta yang masih kecil.