← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Riyadhus Shalihin

Nomor database lokal: 353

Terjemahan Indonesia

Bab 353. Makruhnya Mengutamakan Seorang Anak Melebihi Anak-anak Yang Lainnya Dalam Hal Menghibahkan -Yakni Memberikan Sesuatu Pemberian atau Hadiah- 1770. Dari an-Nu'man bin Basyir رضي الله عنهما bahwasanya ayahnya datang kepada Rasulullah ﷺ dengan membawanya juga -yakni membawa an-Nu'man-, lalu ayahnya itu berkata: 'Sesungguhnya saya memberikan seorang bujang -hamba sahaya- kepada anakku ini. Hamba sahaya itu adalah milik saya." Rasulullah ﷺ lalu bersabda: "Adakah semua anakmu itu juga engkau beri semacam yang engkau berikan pada anak ini?" Ayahnya menjawab: "Tidak." Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda lagi: "Kalau begitu tariklah kembali -pemberian itu-." Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah ﷺ lalu bersabda: "Adakah engkau berbuat sedemikian ini dengan semua anakmu?" Ayah menjawab: "Tidak." Kemudian beliau ﷺ bersabda: "Bertaqwalah kepada Allah dan bersikap adillah dalam urusan anak-anakmu!" Ayah saya kembali lalu menarik lagi sedekah itu. Dalam riwayat lain lagi disebutkan: Rasulullah ﷺ lalu bersabda: "Adakah semua anakmu itu engkau beri hibah seperti anak ini?" Ayahnya berkata: "Tidak." Kemudian beliau ﷺ bersabda: "Kalau begitu, janganlah engkau mempersaksikan kepada saya -yakni jangan menggunakan saya sebagai saksi-, sebab sesungguhnya saya tidak akan suka menyaksikan atas dasar kecurangan." Dalam riwayat lain pula disebutkan: Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah engkau menggunakan saya sebagai saksi atas sesuatu kecurangan." Dalam riwayat lain lagi disebutkan: Nabi ﷺ bersabda: "Persaksikan sajalah kepada orang selain saya," kemudian beliau ﷺ bersabda pula: "Adakah engkau merasa senang jikalau kebaktian anak-anakmu kepadamu itu sama keadaannya?" Ayah menjawab: "Ya." Beliau ﷺ lalu bersabda lagi: "Kalau begitu, jangan diteruskan -yakni memberi seorang anak tanpa memberi kepada anak-anak yang lain-." (Muttafaq 'alaih)