Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Mustadrak Hakim
Nomor database lokal: 341
Teks Hadits
المستدرك 341: أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ سَلْمَانَ الْفَقِيهُ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي، ثنا عَارِمٌ، ثنا الصَّعْقُ بْنُ حَزْنٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَكَمِ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ مِنْ مُرَادٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَالُ لَهُ صَفْوَانُ بْنُ عَسَّالٍ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا جَاءَ بِكَ؟» قَالَ: ابْتِغَاءُ الْعِلْمِ، قَالَ: «فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًى بِمَا يَصْنَعُ» . - وَذَكَرَ الْحَدِيثَ - «عَارِمٌ هَذَا هُوَ أَبُو النُّعْمَانِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ الْبَصْرِيُّ حَافِظٌ ثِقَةٌ، اعْتَمَدَهُ الْبُخَارِيُّ فِي جُمْلَةٍ مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ رَوَاهَا عَنْهُ فِي الصَّحِيحِ، وَقَدْ خَالَفَهُ سِنَانُ بْنُ فَرُّوخٍ فِي هَذَا الْحَدِيثِ، فَرَوَاهُ عَنْ الصَّعْقِ بْنِ حَزْنٍ»
Terjemahan Indonesia
Al Mustadrak 341: Abu Bakar Ahmad bin Salman Al Faqih mengabarkan kepada kami, Ismail bin Ishaq Al Qadhi menceritakan kepada kami, Arim menceritakan kepada kami, Ash-Sha'iq bin Hazn menceritakan kepada kami dari Ali bin Al Hakam, dari Al Minhal bin Amr, dari Zirr bin Hubaisy, dia berkata: Seorang laki-laki dari Murad yang bernama Shafwan bin Assal mendatangi Rasulullah ketika beliau sedang di masjid, maka Rasulullah bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu datang kemari? ” Dia menjawab, “Untuk menuntut ilmu.” Nabi lalu bersabda, “Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha dengan perbuatannya tersebut.” Selanjutnya dia menyebutkan haditsnya. Arim di sini adalah Abu An-Nu'man Muhammad bin Al Fadhl Al Bashri, seorang hafizh yang tsiqah. Imam Al Bukhari berpedoman dengannya dalam beberapa jumlah hadits ini, yang dia riwayatkan dalam Ash-Shahih. Sinan bin Farukh berbeda pendapat dengannya dalam hadits ini. Dia meriwayatkan dari Ash-Sha'iq bin Hazn.