← Kembali ke Pencarian
Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Muwatha Malik.

Mustadrak Hakim

Nomor database lokal: 486

Teks Hadits

المستدرك 486: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحٍ، وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ عِصْمَةَ، قَالَا: ثنا السَّرِيُّ بْنُ خُزَيْمَةَ، ثنا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، وَأَنْبَأَ أَبُو الْوَلِيدِ الْفَقِيهُ، ثنا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ، قَالَا: ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى الْأَنْصَارِيُّ، عَنْ ثُمَامَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَخْلَعْ نَعْلَيْهِ فِي الصَّلَاةِ قَطُّ إِلَّا مَرَّةً وَاحِدَةً خَلَعَ فَخَلَعَ النَّاسُ، فَقَالَ: «مَا لُكُمْ» قَالُوا: خَلَعْتَ فَخَلَعْنَا، فَقَالَ: «إِنَّ جِبْرِيلَ أَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا قَذَرًا - أَوْ أَذًى» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الْبُخَارِيِّ، فَقَدِ احْتَجَّ بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُثَنَّى وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ، وَشَاهِدَهُ الْحَدِيثُ الْمَشْهُورُ عَنْ مَيْمُونٍ الْأَعْوَرِ»

Terjemahan Indonesia

Al Mustadrak 486: Muhammad bin Shalih dan Ibrahim bin Ishmah menceritakan kepada kami, keduanya berkata: As-Sari bin Khuzaimah menceritakan kepada kami, Musa bin Ismail menceritakan kepada kami, Abu Al Walid Al Faqih memberitakan (kepada kami), Al Hasan bin Sufyan menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Hajjaj menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abdullah bin Al Mutsanna Al Anshari menceritakan kepada kami dari Tsumamah, dari Anas, bahwa Nabi sama sekedi tidak pernah melepas sandalnya saat shalat kecuali satu kali. Beliau kemudian melepasnya, lalu orang- orang ikut melepasnya. Melihat itu beliau bertanya, "Ada apa dengan kalian?" Mereka menjawab, "Engkau melepas sandal, maka kami ikut melepasnya." Beliau bersabda lagi, “Tadi Jibril memberitahukanku bahwa pada kedua sandal tersebut ada kotoran atau najis” Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari. Dia berhujjah dengan Abdullah bin Al Mutsanna. Namun, keduanya tidak meriwayatkannya. Syahid hadits ini adalah hadits masyhur dari Maimun Al A’war.