Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Musnad Syafii
Nomor database lokal: 1022
Teks Hadits
مسند الشافعي 1022: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي وَهُوَ شَاكٍ فَصَلَّى جَالِسًا وَصَلَّى خَلْفَهُ قَوْمٌ قِيَامًا، فَأَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنِ اجْلِسُوا، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: «إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، أَوْ إِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا، أَوْ إِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا»
Terjemahan Indonesia
Musnad Syafi'i 1022: Malik mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah , ia mengatakan: Rasulullah shalat di rumahku ketika beliau dalam keadaan sakit. Beliau shalat sambil duduk, sedangkan kaum yang di belakangnya shalat sambil berdiri. Maka, Nabi ﷺ mengisyaratkan kepada mereka agar shalat sambil duduk. Setelah selesai, beliau bersabda, "Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Apabila ia ruku, maka rukulah kalian; apabila ia mengangkat kepala dari ruku, maka angkatlah kepala kalian; dan apabila ia shalat sambil duduk, maka shalatlah kalian semua sambil duduk."270