Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Musnad Ahmad
Nomor database lokal: 17484
Teks Hadits
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِ وَعَنِ ابْنِ سِيرِينَ رَفَعَهُ إِلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَمَزَ ظَهْرِي أَوْ كَتِفِي بِشَيْءٍ كَانَ مَعَهُ قَالَ وَتَبِعْتُهُ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاجَتَهُ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ أَمَعَكَ مَاءٌ قُلْتُ نَعَمْ وَمَعِي سَطِيحَةٌ مِنْ مَاءٍ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَكَانَتْ عَلَيْهِ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَرَفَعَ الْجُبَّةَ عَلَى عَاتِقِهِ وَأَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ عَلَى الْعِمَامَةِ قَالَ وَذَكَرَ النَّاصِيَةَ بِشَيْءٍ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ ثُمَّ أَقْبَلْنَا فَأَدْرَكْنَا الْقَوْمَ فِي صَلَاةِ الْغَدَاةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ يَؤُمُّهُمْ وَقَدْ صَلَّوْا رَكْعَةً فَذَهَبْتُ لِأُوذِنَهُ فَنَهَانِي فَصَلَّيْنَا مَعَهُ رَكْعَةً وَقَضَيْنَا الَّتِي سُبِقْنَا بِهَا
Terjemahan Indonesia
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Aun] dari [Asy Sya'bi] dari [Urwah bin Mughirah bin Syu'bah] dari [Bapaknya] dan dari [Ibnu Sirin] ia memarfu'kan kepada [Al Mughirah bin Syu'bah] ia berkata, "Kami pernah bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau menggoyang-goyang punggung atau pundakku dengan sesuatu yang beliau pegang." Al Mughirah berkata, "Aku lalu mengikutinya, Rasulullah ﷺ kemudian buang hajat, saat kembali dari buang hajatnya beliau bertanya: "Apakah kamu membawa air?" saya menjawab: "Ya." Saat itu aku sedang membawa air dalam kantong dari kulit, maka beliau pun membasuh wajahnya. Saat itu beliau memakai Jubah Syam yang kedua lengannya sempit, beliau lalu mengangkat Jubahnya ke atas pundak dan mengeluarkan kedua tangannya dari bawah jubah. Baru kemudian beliau mencuci kedua siku dan mengusap Imamah (sejenis surban penutup kepala) -Al Mughirah juga menyebutkan jambul- dengan sesuatu dan mengusap kedua sepatunya. Setelahitu kami kembali dan ternyata kami mendapati para sahabat sedang melaksanakan shalat subuh dengan Abdurrahman bin Auf menjadi imamnya, dan mereka telah mendapatkan saru rakaat. Maka aku pun berniat untuk mengingatkannya, namun beliau melarangku. Maka kami pun shalat bersama Abdurrahman satu rakaat kemudian meng-qadla satu rakaat yang tertinggal."