Rantai sanad interaktif saat ini tersedia untuk
Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud,
Jami’ at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah,
dan Muwatha Malik.
Ibnu Khuzaimah
Nomor database lokal: 312
Teks Hadits
صحيح ابن خزيمة 312: أنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ قَالَا: حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، عَنْ أَبِيهِ، نا أَبُو عُثْمَانَ، عَنِ ابْنُ مَسْعُودٍ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَ لَهُ أَنَّهُ أَصَابَ مِنَ امْرَأَةٍ إِمَّا قُبْلَةً، أَوْ مَسًّا بَيْدٍ، أَوْ شَيْئًا كَأَنَّهُ يَسْأَلُ عَنْ كَفَّارَتِهَا قَالَ: فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ، إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ} [هود: 114] قَالَ: فَقَالَ الرَّجُلُ: أَلِي هَذِهِ؟ قَالَ: «هِيَ لِمَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ أُمَّتِي» قَالَ: وَحَدَّثَنَاهُ الصَّنْعَانِيُّ، حَدَّثَنَا يَزِيدَ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ التَّمِيمِيُّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ، فَقَالَ: أَصَابَ مِنَ امْرَأَةٍ قُبْلَةً وَلَمْ يَشُكَّ، وَلَمْ يَقُلْ كَأَنَّهُ يَسْأَلُ عَنْ كَفَّارَتِهَا
Terjemahan Indonesia
Shahih Ibnu Khuzaimah 312: Muhammad bin Abdul Ala Ash-Shan’ani dan Ishaq bin Ibrahim bin Habib bin Asy-Syahid, keduanya berkata, Al Mu’tamir menceritakan kepada kami, dari ayahnya, Abu Utsman mengabarkan kepada kami dari Ibnu Mas’ud: Sesungguhnya seorang laki-laki datang menemui Nabi Muhammad ﷺ, ia menyebutkan kepada beliau bahwa ia telah berbuat maksiat kepada seorang wanita, baik mencium —atau menyentuh dengan tangannya— atau sesuatu yang lain. —dari pertanyaan tersebut— seakan-akan ia bertanya tentang kafaratnya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menurunkan ayat, ‘Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat’.” (Qs. Huud [11]: 114) laki-laki tersebut berkata, 'Apakah —khithab— hal ini untukku?' Rasulullah ﷺ bersabda, “Ayat ini untuk siapa saja dari umatku yang mengerjakannya’. ”428 Dan Asb-Shan’ani menceritakan hadits kepada kami, Yazid bin Al Auza’i menceritakan kepada kami (47-alif) Sulaiman menceritakan kepada kami —ia adalah Al- Tamimi— dengan sanad yang sama dengannya, ia berkata, “Seorang laki-laki melakukan maksiat pada seorang wanita dengan mencium, la tidak mengadukan dan tidak berbicara apa-apa, seakan-akan ia bertanya tentang kafaratnya.”